Wednesday, May 21, 2014

Earn While You Learn



As a college student, can you earn money?
The answer is yes you can!
Nowadays, tidak ada kata sulit untuk kita mencoba hal-hal baru, karena dunia telah menyediakan apapun yang kita mau asalkan kita berusaha. Sebagai seorang mahasiswa, bukan tidak mungkin jikalau kita bisa menghasilkan uang selagi kita menuntut ilmu, karena sudah banyak teman-temanku yang melakukan usaha kecil untuk menambah pundi-pundi uang jajannya. Ada yang berjualan baju, tas, sepatu secara online, ada yang bergabung dengan produk-produk kecantikan untuk menjadi member dan reseller, ada juga yang menawarkan jasanya untuk mengajar anak-anak sekolah. 

So, what about me?
Just like my friends, aku juga mencoba untuk menghasilkan uang jajan sendiri. Bukan berjualan online, bukan juga mengajar, aku hanya menyediakan jasa printing dan juga typing. Berawal dari teman satu kost yang sering pergi ke copy center dan kadang mengantri untuk print tugasnya, aku berpikir mengapa tidak aku saja yang print tugas dia? Toh tintaku tidak akan habis gara-gara aku pakai sendiri.

Pada akhirnya, niatku itu tidak hanya untuk print tugas teman satu kostku saja, aku berencana untuk mengumumkannya kepada teman-teman kampus juga. Walaupun teman-teman kampusku hanya beberapa orang saja, namun tidak ada salahnya jika aku coba. Namanya juga usaha kecil-kecilan, banyak atau tidaknya pelanggan memang tidak menjadi prioritasku, karena aku hanya menjadikannya sebagai usaha sampingan. Jika banyak pelanggan, I would be grateful, dan jika tidak ada, that's not a problem. So, tidak ada beban untuk menjalankan usaha ini, karena tugasku hanya menunggu mereka yang membutuhkan jasa printing atau typing dari tempatku. Yaaa walaupun kadang aku harus kecapean gara-gara mengedit file berjam-jam lamanya, tapi dari situ aku bisa belajar lebih baik lagi tentang bagaimana mengatasi masalah editing dan semacamnya.

Penyediaan jasa printing ini sudah berjalan hampir 4 bulan. Uang yang aku peroleh juga sudah lumayan banyak jika dibandingkan dengan modal yang harus aku keluarkan untuk membeli tinta, kertas, mika, dll. So fellas, that's my way, I'm sure that you have your own way to make your money :)
Let's earn while you learn!
Read more » 0 comments

Sunday, May 18, 2014

Alah Bisa Karena Biasa

Pepatah Bahasa Indonesia yang mengatakan "Alah Bisa Karena Biasa" memang terbukti kebenarannya. Mengapa? Because I experience it by myself. Akhir-akhir ini aku senang karena bisa makan lebih hemat dari biasanya. Ya, itu karena aku masak lauk sendiri. Honestly, aku tidak pernah belajar masak sama sekali walaupun aku dan semua orang di tempatku tahu kalau Mama Eem, my Mom is good at cooking! Memang sangat disayangkan, mengapa aku tidak berguru sedari dulu kepada Mamaku sendiri? Ah tapi sudahlah, nasi sudah menjadi bubur. But remember, that porridge still can has delicious taste if you add something to it! Yup I know, tidak ada kata terlambat untuk belajar.

Pertama kali aku menyentuh bumbu-bumbu masak adalah ketika masih SMP. Waktu itu memang hanya masak mie dan goreng telur. Namun tidak apa-apa, karena jika kita setia dalam perkara kecil maka kita bisa menghadapi perkara yang lebih besar :) Dan memang benar, setelah itu aku bisa memasak nasi goreng sederhana. Aku ingat ketika sedang lapar dan tidak ada lauk yang enak menurutku di meja makan, aku pasti pergi ke dapur untuk memasak nasi goreng sendiri dan hal itu kulakukan terus-menerus. Sampai suatu saat ketika ada orang yang mengatakan nasi gorengku enak, aku tersadar bahwa memang kebisaan seseorang adalah karena telah terbiasa.

And now, aku ingin mengulang kejadian itu. Bukan hanya nasi goreng sederhana yang ingin aku masak, aku ingin belajar untuk mencoba masakan lain. Namanya orak-arik, makanan yang berbahankan wortel, kol, telur, atau bisa ditambahkan bahan lainnya seperti daging/hati ayam, jagung, sawi, dll. Seperti nasi goreng, aku membuat orak-arik berulang-ulang kali. Bukan karena ingin mahir memasak makanan itu, tapi sejujurnya aku tidak mempunyai ide untuk memasak masakan lain. Sampai suatu waktu aku mulai membeli bumbu dapur selain bawang merah dan bawang putih, seperti lada, lengkuas, kemiri, dan daun salam. Bumbu dapur tersebut aku gunakan untuk membuat terong kecap, salah satu masakan kesukaanku. Finally, it works! Rasanya enak, walaupun memang masakan mamaku jauh lebih enak, tapi aku bangga bisa membuatnya :)

Sampai saat ini, aku sudah membuat macam-macam masakan, ada tumis tahu dan tauge, sayur lodeh, semur hati ampela, acar timun, terong balado, kering tempe, dll.


Rasa dari masakan yang aku buat juga lumayan enak untuk seukuran orang yang baru belajar masak seperti aku. Percaya saja, jika aku terus belajar, maka aku bisa memasak makanan enak like my Mom (ʃƪ˘˘ﻬ) Yes, that is called "Alah Bisa Karena Biasa"
Read more » 0 comments

Saturday, May 10, 2014

Cakadidi

Bagi mereka yang bertempat tinggal di Indonesia bagian Timur pasti tahu arti kata Cakadidi. Menurut teman saya, Oma Vhylla sih artinya lebih mengarah ke negatif. Tapi kalau kita memandang itu dari segi positif, tidak ada salahnya kan? Cakadidi adalah bahasa Ambon yang berarti "tidak mau diam atau bisa dibilang agresif dan cari perhatian." Terus, apa yang mau aku tulis disini tentang Cakadidi?

Kami bertiga, Vhylla, aku, dan Dita adalah teman satu angkatan di kampus tercinta STiBA Satya Wacana yang sekarang telah bergabung dengan Fakultas Bahasa dan Sastra UKSW (ciiee anak Universitas). Yup, teman satu angkatan yang mulai dekat setelah tiga semester berlalu begitu saja.. How come? We also did not know about that! Yang pasti, kami mulai dekat pada awal-awal semester empat lalu. Mulai saat itu kami sering kumpul di kost, cerita-cerita, jalan bareng, makan bareng, mandi bareng, sampai akhirnya we are getting closer again and again.

Seringkali kami heboh jika sudah kumpul atau bercerita, dan pada satu waktu Oma nyeplos kata "Cakadidi" karena kehebohan kita. Because of that, we always mention that word in our daily life #haish (tentunya setelah kita tahu bahwa memang kita selalu cakadidi)

Kebersamaan ini tidak akan terjalin tanpa adanya rasa nyaman satu sama lain. Walaupun kami berbeda latar belakang, tapi kami sadar bahwa kami bisa melengkapi satu dengan yang lain. Sampai-sampai lalapan yang terdiri dari timun, kemangi, dan kol saja selalu kami bagi adil. Oma dapat kol, aku dapat kemangi, dan Dita dapat timun, so sweet kan? (ง˘▽˘)ง ❤

Seringkali sekelompok pemudi seperti kami mempunyai angan-angan yang ingin kami wujudkan di kemudian hari. Ya, kami menyadari itu. Namun kami tidak berkumpul untuk membicarakan gadget paling mahal yang harus kami beli. Kami juga tidak tertarik dengan hal-hal glamor seperti accessories branded yang harus kami kumpulkan dan pamerkan kepada dunia. Kami bertiga hanya ingin menjelajahi dunia selagi kami masih muda :) Mungkin dunia terlalu luas untuk kami, namun setidaknya kami bertiga bisa menjamah sebagian kecil dunia lewat petualangan Cakadidi kami nanti.

Sejauh ini, kami hanya bisa menyisihkan waktu untuk pergi ke tempat-tempat terdekat yang dapat kami jangkau seperti Jogja dan Ambarawa. Pernah suatu kali Oma dan Dita mengunjungi Majalengka, tempat dimana aku dilahirkan #aseekk. Dan target selanjutnya kami juga berharap bisa berkunjung ke rumahnya Oma di Maluku sana, hopefully we can go there (˘ʃƪ˘)

And these are our togetherness!

Majalengka


Yogyakarta



Candi Klero di Tengaran, Salatiga



Bukit Cinta Rawa Pening, Banyubiru




Read more » 2 comments

Tuesday, April 29, 2014

Freak or Too Obsessed?

Yesterday, 28th April 2014

My Friend, Neidy picked someone up to my boarding house.
Dia adalah seorang laki-laki, (bapak-bapak tua tepatnya) yang aku tidak tahu asal-usulnya dari mana, tapi yang jelas he is a Chinese! Neidy bilang kalau dia mau minta aku untuk mengetik jadwal film yang sudah dia lihat di bioskop. I think it's not a hard duty to do! But I was wrong -_-

Si bapak yang sejak semula tidak mau berhenti nyerocos ngomong ini dan itu tidak ingin mempercayakan data yang harus diketik itu kepadaku! Dia mau kalau aku hanya mengetik apa yang dia bacakan. Alasannya karena dia mau aku tidak salah membaca dan mengetik data itu.

The worst two hours that I've ever experienced!
Aku harus mendengarkan celotehan yang orang tuaku saja tidak sebawel dan seribet dia.
Salah huruf kapital saja seperti contoh kata "OF" yang harusnya "of" bukan "Of" harus diketik ulang. Yang kalau tanggal harus "04" jangan cuma diketik "4". Margin kiri kanan atas bawah harus sama ukurannya, bahkan sampai pembagian kategori film-pun dia pikirkan jumlahnya! Oh My God..!! What a freak person he is!

Padahal hari itu jam 2 aku harus pergi untuk test di tempat OKL :(
But he damaged my schedule! Pikiranku kacau gara-gara dia! Yang harusnya aku mengistirahatkan otak untuk psikotest, aku malah pusing with his absurd table!

Penderitaanku belum selesai sampai disitu. Sepulangnya dari kost, dia sms kalau ada ketikan yang salah gara-gara ada perbedaan huruf "e" dan "a". Bukan cuma itu, dia juga protes karena "pikirnya" lembar yang satu dengan yang lain beda font, but it's not like that! Font sama cuma size yang berbeda karena kertas tidak cukup! Tapi dia ngeyel, pokoknya harus sama, blablablablabla..
Pengen rasanya aku cakar-cakar muka dia ("˘̶̀• ̯•˘̶́ )

Daaann, he is coming today! Dia datang tanpa diundang! Udah kayak jaelangkung aja tuh bapak-bapak tua Dia minta kalau filenya harus di print sekarang karena dia bilang mau buru-buru pergi (pergi aja sana yang jauh!)

Eh, berharap dapat bayaran yang setimpal dengan hasil kerjaku, aku cuma dapat bayaran LIMA RIBU RUPIAH! Emg gila ya tuh orang! Beratus-ratus film bioskop sudah dia tonton, tapi untuk bayar jasa orang dia bilang tidak ada uang! Sudah tahu cuma bisa bayar cuma 5k, dia malah minta tambah di print-kan bolak-balik sampe 2x! Tuhan, sabarkan hamba-Mu ini -_-

Setelah dia puas membuat saya menderita, diapun mengumbar janji kalau dia tidak akan lupa akan jasa-ku yang sudah berberat hati mengetikkan data tidak bermutunya itu. Dia bilang nanti aku akan dapat hal yang lebih dari sekarang, dia mau membawa makanan dan oleh-oleh kalau dia pulang dari luar kota dan blablabla.... Please, I don't need those bullshit things! Saya cuma mau anda enyah dari hidup saya! Jangan datang-datang lagi dan ganggu ketenangan orang! Semoga Tuhan mendengar doaku ini :(

Oiya, ini dia screen shoot tentang data tidak bermutu yang telah dengan susah payah aku ketik untuk si bapak tua yang aneh ┌П┐(‾(••)‾)┌П┐


Read more » 0 comments

Tuesday, April 8, 2014

You Just Need a BRAVENESS!

Yesterday, 7th April 2014

Aku dan teman-teman tampil memerankan pribadi yang mungkin, it's not the real we are! Yup, at that day we played the drama setelah satu bulan bekerja keras untuk menghafal naskah, menyiapkan property, costume and so on. Banyak sekali tantangan yang kita bersembilan hadapi selama satu bulan ini. Bahkan, perseteruanpun tidak bisa kami hindari, because that's the dissimilarity!

Rasa toleransi terhadap waktu adalah tantangan terbesar buat kami. Bertengkar maupun adu mulut sering terjadi karena masalah WAKTU. Bayangkan saja, jika temanmu datang dengan santainya pada jam 12 sedangkan kita sudah menunggu mereka dari jam 9. Mungkin jika sekali-kali tidak apa-apa, tapi kalau seringkali dia lakukan? Itu yang jadi masalah! Not just for us as an individual, but for other members of the group also!

Dan kemarinlah saatnya kami bertempur untuk melawan rasa gugup terhadap everyone who watch the drama :) Sempat kacau di belakang panggung karena waktu satu bulan yang sangat sangat tidak cukup untuk mempersiapkan segalanya. But, it was success! Our lecturer, Mom Ana said that "What the perfect drama!" grup lainpun bilang jika drama kita "Touching!" Oh God, thanks :) Setelah sebulan kami berjuang, at the end of our hard work, it works!

Today, 8th April 2014

The first time I donor my blood!
To be honest, it's hurt pals :( Setelah sekian banyak orang mengalaminya, and finally today I do it! Enggak sakit kok, cuma kayak digigit semut. Itulah kalimat yang sering terdengar ketika aku bertanya tentang rasa bagaimana orang mendonorkan darahnya. Semut yang seperti apa dulu? Kalau semut segede kecoa sih mungkin saja (pikirku setelah merasakannya sendiri).

Sebenarnya sudah lama aku ingin mencoba untuk mendonorkan darahku, namun ketakutan lebih besar daripada keinginanku untuk melakukan itu. Ketika aku memutuskan untuk mengisi form, rasa deg-degan menghampiriku dan keringat dinginpun mengikuti. Sempat ingin membatalkannya, but I have to do it!

Darah mulai mengalir dari tubuh ke blood bag. Aku mencoba relax dan bercanda dengan teman-teman yang sedang mengerubuniku, what a caring friends they are! Lama, lama sekali kantung darahku terisi penuh. Sementara aku melihat teman-teman lain sudah mulai menimbulkan reaksi setelah donor darah. Ada yang muntah, ada yang pusing, dan ada juga yang hampir pingsan. Oh Tuhan apa yang akan terjadi padaku nanti? Apakah aku akan seperti mereka? Aku mencoba tenang dan menyemangati diriku sendiri!

Setelah waktu yang cukup lama, akhirnya that blood bag full of mine! Ibu petugas menyuruhku untuk tidak langsung bangun agar tidak seperti teman-teman lain, akupun mematuhinya. Tapi, yang terjadi tetaplah pusing yang aku rasakan. Mata berkunang-kunang, ruanganpun jadi gelap, aku juga tidak bisa mendengar suara teman-teman dengan jelas. Inikah rasanya ketika orang akan pingsan? Jujur, baru sekali ini aku merasakannya. Mungkin jika teman-teman tidak tanggap membantuku, aku bisa saja pingsan! Once more, what a caring friends they are. Thank you Dita yang sudah menopang kakiku, Oma yang sudah memijat kepalaku, Mas Adi dan mas Dennis yang sudah menghibur dengan candaannya, I love you all :*

Dua hari ini aku belajar, memang BRAVENESS sangat diperlukan dalam saat apapun!
Jika kemarin aku dan teman-teman tidak mengeluarkan keberanian kita untuk tampil di depan orang banyak, mungkin drama kita tidak akan sukses.
Dan sekarang, memang tidak enak ketika aku merasakan mual dan pusing ketika selesai donor darah, tapi aku bangga! I'm proud of myself! Karena aku berani untuk mendonorkan darahku bagi mereka diluar sana yang mungkin sedang kesusahan mencari pendonor darah.
Read more » 0 comments

Monday, March 24, 2014

Nothing is Impossible for Him

Tak tahu rasanya berapa lama aku tidak lagi menulis disini. Entah sibuk atau mungkin aku memang tidak hobi menulis dan cerita blak-blakan tentang apa yang terjadi dalam hidupku. Banyak hal luar biasa aku rasakan selama 4 bulan vacuum menulis. Hal sedih dan bahagia aku alami, namun rasanya kesedihan lebih membelengguku selama 2 bulan terakhir ini. Bagaimana mungkin aku tidak sedih jika kakak sulungku lebih dulu meninggalkan kami ke rumah Bapa di sorga :(

Sakit, kecewa, marah! Tepat tanggal 1 Januari 2014, dia pergi bersama anak yang di kandungnya. Di tahun yang baru, dimana orang-orang mengucapkan kata bahagia karena pergantian tahun. Namun kami? Jangankan tersenyum, untuk berucap saja kami sulit. Hanya air mata yang menyiratkan apa yang sedang kami rasakan saat itu. Jujur, aku rasa Tuhan tidak adil. Mengapa Tuhan? Seharusnya Engkau memberikan kami perasaan sukacita karena jiwa baru akan hadir ke dunia ini. Tapi mengapa Engkau malah mengambilnya? Bahkan Engkau juga sertakan ceu2! Tidak adil Tuhan, tidak adil! Mungkin jika Engkau hanya mengambil bayi yang ada di kandungan ceu2, kami tidak akan sesedih ini, atau mungkin jika Engkau mengijinkan Jevan untuk tetap hidup, mungkin kami juga bisa mengenang ceu2 lewat dia. Tapi mengapa Engkau mengambil kedua-duanya? Sakit, sungguh sakit!

Hari itu tepat pukul 12, kami sekeluarga berdoa untuk keselamatan ceu2 menjelang hari persalinannya. Namun tangis, jeritan, dan rasa sedihlah yang terjadi ketika mendengar kabar bahwa dia telah meninggalkan kami pukul 4 pagi. Hal yang tidak pernah kami duga, tidak pernah kami pikirkan sedikitpun! Karena memang seharusnya ceu2 tidak meninggalkan kami di tangan dokter2 yang katanya sudah berpengalaman itu! Kami tidak tahu apa yang salah! Kami sangat yakin sebelumnya karna rumah sakit terkenal, dokter handal, alat2 modernpun tersedia disana. Tapi kenapa Tuhan? Kenapa ceu2 tidak bisa terselamatkan? Meninggal sia2 aku pikir! Tapi ah, kita hanya manusia biasa yang tidak mengerti jalanNya. Memang tidak mungkin untuk manusia, tapi buatNya? Nothing is impossible!

Aku harus kuat untuk mama, aku tahu mama yang paling merasa kehilangan disini. Ma, maaf karna de juga hanya manusia biasa yang cuma bisa menangis ketika melihat raga ceu2 terbujur kaku tidak berdaya di dalam peti. Ceu, de kangen ceu2 :'( Ceu bahagia banget ya disana? Sampe2 ceu ga pernah mampir ke mimpi de sekalipun sampai saat ini :'(
De Jevan, jaga ceu2 ya ganteng :') Walaupun bibi belum sempat gendong kamu, tapi pasti kamu seneng banget udah bisa langsung di gendong Bapa disana :')
Aku rindu kalian.. Aku rindu.. sangat rindu..!! :'(
Read more » 0 comments

Thursday, November 21, 2013

A Long Long Time

Oh my electronic diary, how long I didn't meet you? I think it is more than a month!

Do you know why? My modem is not work well since last month. I don't know what's going on. it happened when its back from my friend, because me and my friend barter our modem. i had tried many ways, my bf also helped me (of course not directly)  to search what's wrong with that! And the result still cannot make my modem works again :( it makes me off from browsing, searching, including write what I do and feel through you my ED huuffttt.. Alright, but now how can I write again? haha, I still don't know why my modem's work now. I conclude that the problem is signal, maybe. Whatever, the important is I can write here again! yipiieeee °\(^▿^)/°

Many things I feel during last month! Because last month my teenager gone :'( Yup, it's my birthday! Honestly, I was sad when waiting my birthday because loneliness there. I cannot celebrate my "two heads" with my family, my bf also :( But show must go on, I cannot just fell in my sadness, I have to let it flows :)
Firstly, I think that my birthday just end without something wonderful, but I wrong! The wishes that given to me make me strong, make me happy, make me enthusiastic to continue my life, Thanks God I know You will not let me alone :)

On my birthday party, I have plan to treat my friends (just for my close friends) and it takes place in SS. I invite my friends to go there, but I have no motorcycle or car to pick them up to there. But once more, God knows what I need! My boardinghouse friend's motorcycle works again, oh it was so amazing! Finally we can go with underbone (name of my friend's motorcycle, haha) We had full tummies there, I was so happy to treat them! Thank you friends, because when I have no one, you'll be there. Oya, I got a gift from one of my boarding house friend :) She puts it on the mirror in the living room with congratulation card stick on it, what a sweet friend!

Besides my birthday, on 9th November I went to Bandengan beach with my church friends! I become a worship leader there and had a tank full of happiness because I can spend my time not just in my room but I can see a beautiful view like beach! For information, I got new fans also there, hahahaha..

Read more » 2 comments
Powered by Blogger.

Copyright © This is Mine, My Life 2010

Template By Nano Yulianto